Sabtu, 23 April 2011

saat preman berbicara dengan hati

ini sebenarnya sebuah kisah yang diceritakan oleh sohib ane, dy org mandailing asal pasaman timur . .
ceritanya bagus banget. . so langsung aja ni simak baik-baik. .:

hai cok( panggilan khas pemuda batak), sudah lama tak kulihat wajahmu....sudah jarang paulang kau ya??? tanya seorang kernet mobil angkutan umum padaku, karena ia orang kampungku sendiri. " iya bg, sekarang pulang pas libur panjang aja bg" jawabku
ia balik bertanya" berarti sedang libur panjang kau ini,"
"sebenarnya iya bg, libur semester, tapi mungkin dikampung hanya beberapa hari, karna ada kerjaan yg harus diselesaikan di kampus", dan ia tersenyum melihatku. lalu ia bertanya lagi
" sudah semester berapa kau?"
" masuk semester 4 bg"
" hah, cepat kali waktu ini ternyata, sudah besar kau rupanya"
" begitulah bg"
" apa jurusanmu?"
"alhamdulillah, ada sedikit rezki bg, di kedokteran"
" ha, kedokteran, mantab la itu"
" sudah berapa orang pacar kau?, biasanya orang-orang kuliah di kesehatan tu banyak yg wanita kan?, lengkap sudah nikmat duniamu."
Astagfirullah gumamku, apakah syaitan mulai memancingku?
ku diam sebentar, dan ku jawab " bg, aku g' mau pacaran bg, aku mau langsung nikah kalau waktunya sudah tepat.
“ hebat betul kau bisa tahan tak pacaran”
Beberapa saat kemudian mobil berhenti, terlihat seorang wanita naik ke atas mobil, lalu bg kernet langsung mengarahkan wanita itu untuk duduk disampingku karena kebetulan hanya bangku disampingku yang kosong. Dia menatapku sambil menaikan kedua alisnya, lalu berbisik “ hei cok, kusengajakan untuk mu, pandai-pandai kau mengolahnya”
Aku terkejut, kupejamkan mata kurasakan detak jantungku mulai bertambah kencang, dan wanita itu duduk disampingku, ia memakai baju kaos putih yang ketat, serta rambutnya sengaja di uraikan, biar Nampak seperti iklan shampoo yg di televisi. Aroma parfumnya mulai terasa, sepertinya syaitan sengaja mengipas-ngipas aroma itu agar sampai di hidungku. Aku rasanya tak karuan, apalagi ia sengaja melihat ke arahku sambil pura-pura batuk.
Akupun pura-pura melihat ke arah luar jendela, sambil bicara dalam hatiku ” Ya, Allah, jangan sampai aku seperti orang yang tidak pernah Engkau beri hidayah”.
Ternyata tingkahku diperhatikan oleh si abang kernet, dia memanggilku, dan disaat aku menoleh ia tertawa terbahak-bahak, hingga bisa kulihat dua buah giginya yg tlah syahid di jalan raya gara-gara ia menabrak tonggak listrik saat pulang malam sambil mabuk.
Rasanya para Syaitan dan jajaran mulai berdansa di atas pundak., memperbesar telingaku agar aku mendengar apapun yang dibicarakan wanita itu. Terus ku berdoa sambil mencari cara, bagaimana agar aku bisa pergi dari sini.
Tiba-tiba teringat olehku minuman di dalam tas yang ku letakkan di bangku paling belakang, berjarak satu bangku dariku, akupun berdiri dan melangkah selangkah tuk mengambilnya, dan sengaja kulama-lamakan berdiri. Hingga akhirnya mobil berhenti kembali tuk menaikkan penompang.
Alhamdulillah, Allah tau harapanku, lalu penompang yg baru naik itu sengaja kusuruh duduk menggantikanku dan akupun berdiri ddidekat pintu bersama bg kernet.
“ kenapa kau berdiri?” katanya
“ capek bg, dah 3 jam duduk terus” alasanku
dia senyum kembali, lalu bertanya lagi “ kenapa kau tak mau pacaran?”
“ aku masih ingin fokus kuliah bg”, di dalam hatiku menyuruh berkata “ karena dilarang Allah” tapi aku takut jika kujelaskan panjang lebar disaat waktu yg tidak tepat.
Ia diam, menatap mataku dalam…..
Kemudian ia melihat keluar pintu, dan sesekali melihat langit dan setelah beberapa saat, ia berkata
“ hai dik, orang-orang seperti dirimulah yang maisih bisa diharapkan, buatlah cita-citamu setinggi mungkin dan gapailah. Jangan seperti ku, (diam sejenak sambil ia menunduk), kalau aku tak bisa lagi berharap tinggi-tinggi, karena orang sepertiku hanya menunggu kematian, tanpa arah cita-cita yg jelas”
Aku diam, sambil menelan air liur, apakah malaikat sedang merasukinya????,
Dia lanjutkan bicara “ dik, ku beri tahu padamu, kau ini calon dokter, berhati-hatilah. Dan saranku, jika mencari pasangan, carilah yang segelar denganmu, dan hati-hatilah dengan kecantikan, karena banyak kulihat mahasiswa yang bangkrut gara-gara terpesona kecantikan. Dan jangan lupa, akan banyak para orang-orang kesehatan, baik itu bidan atau perawat yang cantik-cantik nanti di rumah sakit, jangan kau tergoda kalau kau mau bahagia”
Aku hanya mengangguk…
Kalau kau mau menyelesaikan kuliahmu, selesaikanlah dengan baik, tapi jangan sampai kau seperti orang-orang sukses yang dikampung kita ya, banyak mereka yg lupa pada kampungnya, padahal mereka dibutuhkan untuk membangun kampung itu sendiri. Jngan lupa juga, bila kau jadi dokter, jangan pernah makan yang bukan hakmu ya, karena banyak terdengar olehku, orang yg bisa dirawat dirumah, disuruh dirawat di rumah sakit, banyak yang korupsi waktu, dg datang lambat tapi pulang cepat, banyak dokter puskesmas kulihat seperti itu. Tadi sengaja kupancing kau dengan wanita, kukira kau akan terpeleset. Sambil ia tersenyum…
Hampir setiap minggu dik, selalu ada orang tua yang ,menitipkan barang lewat mobil ini tuk diberikan ke anak mereka yang sedang kuliah dikota, selalu kuperhatikan senyum tulus mereka dengan bangga mengatakan “ tolong berikan ini pada anakku yg sedang kuliah di sana”. Kau tahu itu dik??, sebuah kata yg menyemangati mereka tuk terus bekerja disawah mulai pagi sampai nsore, mencangkul, menanam sampai akhirnya mereka panen dan menjual hasil panen, uangnya tak mereka pakai, tapi mereka masukkan ke amplop, untuk mereka berikan ke anak mereka, tuk biaya anak mereka, kau tau kata apa itu??? “KULIAH”, ya kata-kata itulah dik yang merelakan mereka kehutan mencari kayu bakar tuk dijual, karena mereka sadar, diwaktu muda dulu mereka tak pernah berpikir kuliah, jangankan berpikir, mendengar kata kuliah saja mungkin sekali setahun mereka dengar, itupun diwaktu lebaran, karena biasanya orang-orang yang kuliah dulu hanya pulang sekali setahun untuk menghemat ongkos
Bahkan, ingatkah kau ketika gempa dulu??? Tak tidur para orang tua memikirkan keadaanb anaknya, walaupun ia tau anaknya selamat, tapi ia masih memikirkan apa yg akan dimakan anakku disana, sementara cari makan di sana susah, dikampung ini, pasar-pasar jadi sepi gara-gara mereka tau mau belanja, mereka menghemat kebutuhan mereka untuk memikirkan kebutuhan anaknya, mereka sadar, pasti disana semuanya semakin mahal.
seperti itulah orang tua dik, mulai kecil kita, mereka tak pernah mengeluh saat kita memberatkan mereka, ingatkah kau waktu TK dulu sering nyanyi, satu-satu aku sayang ibu, dua-dua aku sayang ayah, tapi apakah sekarang sempai terulang nayian seperti ini??? ketika kau tak lagi memiliki mereka, kau baru sadar bahwa kau menyia-nyiakan semua ini.

Aku menunduk, kusaring kata-katanya dan kuresapi, setidaknya ia berkata benar untuk saat ini pikirku, karena yang ku tau, tidak ada malam minggu yang terlupa olehnya kacuali ia minum-minuman keras. Tapi hari ini, kurasakn ketulusannya berbicara “ beginilah saat seorang preman berbicara dengan hati.
Rasanya semakin rindu aku pada Ayah dan Ibu dirumah….., kata-katanya membungkamku seribu bahasa.

( di celah sepi, saat perjalanan pulang kampung)salam ciwiable . . ^_^

Jumat, 22 April 2011

19 Keistimewaan Wanita dalam Islam

1. Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayangnya yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah s.a.w. akan hal tersebut, jawab Baginda s.a.w., “Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia”.
2. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah s.w.t. mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
3.Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah s.w.t. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah s.w.t.
4.Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
5.Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
6.Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah s.w.t. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah s.w.t.
7.Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah s.w.t. dan orang yang takutkan Allah s.w.t., akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
8.Barangsiapa membawa hadiah, (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah). Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.
9.Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah s.w.t. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).
10.Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.
11.Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 lelaki yang soleh.
12.Aisyah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah s.a.w, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab Rasulullah s.a.w., “Suaminya”. “Siapa pula berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah s.a.w, “Ibunya”.
12.Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
13.Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga sembahyang dan puasanya.
14.Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
15.Syurga itu di bawah tapak kaki ibu.
16.Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Nabi s.a.w) di dalam syurga.
17.Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga.
Daripada Aisyah r.a. “Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.”salam ciwiable . . ^_^

Kamis, 21 April 2011

buat mama tercinta


SELAMAT HARI KARTINI ma . ..
terima kasih atas semua limpahan semangat yang kau siramkan di diriku, hingga sampai saat ini aaqku masih tetap semangan menjalani hari. .
walau tangan ini tak mampu berjabat dan memeluk tubuhmu , ..
namun yakinlah buah hatimu ini akan setia menerima semua limpahan semangat itu ..
thanks ma . .
salam ciwiable . . ^_^

Rabu, 20 April 2011

tujuan dan hikmah ibadah

Definisi Ibadah
Ibadah dari segi bahasa bererti ”merendah diri, tunduk, patuh dan taat”. Dari segi syara '"ibadah" diartikan sebagai taat, tunduk patuh dan merendah diri sepenuhnya kepada Allah. Sheikh Ibn. Taimiyah pula menyatakan, "Ibadah asal maknanya kehinaan, tetapi ibadah yang diperintah Allah atau yang disyariatkan ke atas manusia mencakup arti kehinaan dan kecintaan bersama yaitu puncak kehinaan diri seseorang bila berhadapan dengan Allah dan puncak kecintaannya kepadanya”.
Ibadat atau Ibadah adalah sebuah kata yang diambil dari bahasa Arab. Arti kata ini adalah:
1. perbuatan atau penyataan bakti terhadap Allah atau Tuhan yang didasari oleh peraturan agama.
2. segala usaha lahir dan batin yang sesuai perintah agama yang harus dituruti pemeluknya.
3. upacara yang berhubungan dengan agama.

Al-Tabari pula, menjelaskan maksud ibadah yaitu khusu 'kepadanya, merendahkan diri dan tetap hati kepadanya’. Sebagai kesimpulan ibadah berarti mencakup segala hal yang disukai Allah dan diredhaiNya, sama ada keyakinan, sikap, kata, amal perbuatan, zahir atau batin. Dalam kata lain ibadah adalah segala aktivitas manusia lahir dan batin dalam mengerjakan sesuatu hal atau meninggalkannya semata-mata dengan niat mencari keredhaan Allah.
Firman Allah
"Hai orang-orang yang beriman Makanlah rezeki Yang Balk Yang Kami berikan kepadamu. Dan bersyukurlah kepada Allah jika kepadaNya karena beribadah. (Al-Baqarah: 172) 1
"Katakanlah Akan kuberitakan-kepadamu tentang pembalasan Allah yang lebih buruk dari itu yang dikutuki Allah dan dimurkaiAllah, ada yang diadikan-Nya kara, ada yang dijadikan-Nya babi dan menyembah taghut" (Al-Maidah: 60)
"Kepada tiap umat kami utus seorang rasul dengan perintntah ber'ibadah kepada Allah dan tinggalkan taghut (- An-nahl. 36)
"Dan mereka meninggalkan taghut tudak lagi ber'ibadah kepadanya, dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira (Az-Zumar: 17)
Pengertian ibadah menurut alquran
Pengertian ibadah dapat ditemukan melalui pemahaman bahwa :
1. Kesadaran beragama pada manusia membawa konsekwensi manusia itu melakukan penghambhaan kepada tuhannya. Dalam ajaran Islam manusia itu diciptakan untuk menghamba kepada Allah, atau dengan kata lain beribadah kepada Allah (Adz-Dzaariyaat QS. 51:56).
2. Manusia yang menjalani hidup beribadah kepada Allah itu tiada lain manusia yang berada pada shiraathal mustaqiem atau jalan yang lurus (Yaasiin QS 36:61)
3. Sedangkan manusia yang berpegang teguh kepada apa yang diwahyukan Allah, maka ia berada pada shiraathal mustaqiem atau jalan yang lurus (Az Zukhruf QS. 43:43).
Dengan demikian apa yang disebut dengan manusia hidup beribadah kepada Allah itu ialah manusia yang dalam menjalani hidupnya selalu berpegang teguh kepada wahyu Allah. Jadi pengertian ibadah menurut Al Quran tidak hanya terbatas kepada apa yang disebut ibadah mahdhah atau Rukun Islam saja, tetapi cukup luas seluas aspek kehidupan yang ada selama wahyu Allah memberikan pegangannya dalam persoalan itu.
Itulah mengapa umat Islam tidak diperkenankan memutuskan suatu persoalan hidupnya sekiranya Allah dan Rasul-Nya sudah memutuskan perkara itu (Al Ahzab QS. 33:36)

URGENSI IBADAH
1. Ibadah merupakan tujuan yang dicintai dan diridhoi Alloh dan sebagai tujuan penciptaan Jin dan Manusia / MakhlukNya (QS. 51:56)
2. Alloh mengutus para Rasul dengan Risalah Ibadah (QS. 7:59, 16:36)
3. Alloh mencela orang-orang yang enggan melakukan ibadah (QS. 40:60)

DASAR-DASAR IBADAH
1. Cinta, maksudnya cinta kepada Alloh dan Rasul-Nya yang mengandung makna mendahulukan kehendak Alloh dan Rasul-Nya atas yang lainnya. Adapun tanda-tandanya :
a. Mengikuti sunnah Rasulullah SAW
b. Jihad di jalan Alloh (berusaha sekuat tenaga untuk meraih segala sesuatu yang
dicintai Alloh ).
2. Takut, maksudnya tidak merasakan sedikitpun ketakutan kepada segala bentuk dan jenis makhluk melebihi ketakutannya kepada Alloh SWT (QS 3:175)
3. Harapan, maksudnya seorang hamba dituntut untuk selalu berharap kepada Alloh dengan harapan yang sempurna tanpa pernah merasa putus asa.


Ibadah dalam Islam
Ibadah dalam Islam sangat berbeda dengan Konsep dan agama atau kepercayaan lain. Ibadah bukan perbuatan mengasingkan diri, menolak dan meninggalkan kehidupan dunia sebagaimana yang dipelopori oleh golongan "asceiimo". Ibadah juga bukan terbatas pada tempat-tempat tertentu atau hanya dilakukan melalui perantaraan orang-orang yang tertentu atau dewa-dewa yang dipilih dan dibuat khusus untuk tujuan ini, tanpa mereka amalan seseorang itu tidak akan diterima. Konsep-konsep seperti ini tidak ada tempat langsung di dalam syariat Islam.
Namun, pengaruh konsep asing ini dapat juga menyerap ke dalam kehidupan sebagian besar umat Islam. Karena itu timbullah berbagai tanggapan terhadap ibadah, ada yang menganggap ibadah itu tertumpu kepada shalat, puasa, haji dan zakat saja, ada juga mereka yang mengaku beribadat kepada Allah tetapi ubudiah mereka juga diberikan kepada selain Allah. Malah ada yang berpendapat bahwa ruang lingkup ibadah itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan urusan masyarakat terutama di bidang politik.
Ibadah dalam Islam merupakan puncak dari perasaan tunduk dan patuh kepada Allah dan klimaks dari perasaan yang merasakan kebesaran Allah sebagai tempat pengabdian diri. Ibadah juga merupakan tangga penyambung antara akhlak dan penciptanya. Selain dari itu ibadah mempunyai kesan yang mendalam antara hubungan makhluk dan penciptanya.
Sebenarnya Islam telah meletakkan ibadah di tempat yang paling istimewa sekali di dalam Al-Quran, di jelaskan bahwa seluruh jin dan manusia dijadikan semata-mata untuk tujuan ini. Islam juga telah memberi pengertian yang luas terhadap ibadah. Tegasnya Islam menuntut supaya seluruh kehidupan ini dapat ibadah dan taat kepada Allah. Inilah yang dimaksudkan dengan firman Allah : Inilah yang dimaksudkan dengan firman Allah:
[Surah Az Zuriai 50 57]
Maksudnya: Dan Allah tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah Aku
Ruang lingkup ibadah
Islam memiliki keistimewaan dengan menjadikan seluruh kegiatan manusia sebagai 'ibadah apabila ia diniatkan dengan penuh ikhlas karena Allgh demi untuk mencapai keridaan-Nya serta dikerjakan menurut cara-cara yang disyari'atkan oleh-Nya. Islam tidak menganggap 'ibadah-'ibadah tertentu sahaja sebagai amal salih malah ia meliputi segala kegiatan lain sebagaimana firman Allah: Islam tidak menganggap 'ibadah-'ibadah tertentu sebagai amal Salih malah ia meliputi segala kegiatan lain sebagaimana firman Allah:
"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah Timor dan barat itu suatu kebaktian akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah kebatian orang yang beriman kepada Allah Hari Berikutnya, malaikat-malaikat kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta dicintai kepada kerabatnya, anak-anak yatim orang- orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta, dan memerdekakan hamba sahaya, mendinkan salat dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janjinya apabila berjanji dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, pendentaan dan dalam peperangan . Mereka, Itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. (Al-Baqarah: 177)

Firman Allah
"Yang demikian itu adalah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan, kemarahan orang-.Orang kafir dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal Salih Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik Dan tidak mereka menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah melainkan dituliskan bagi mereka ('amal Salih pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang tinggi dari apa yang telah mereka kerjakan. - (At-Taubah: 120-121)
Ada seorang bertanya kepada Rasulullah (saw):
"Betapa besarkah pahala orang yang berjihad itu.?" Jawab Rasulullah (saw):
“Kamu tidak terdaya melakukannya (di luar medan jihad Perbandingan orang yang berjihad pada jalan Allan ialah seperti seorang yang berpuasa, bangkit malam (untuk salat khusyuk membaca ayat-ayat (Al-Our'an) tidak terhenti henti mereka dari puasa dan salat sehingga kembali orang-orang yang berjihad itu ke rumah "Kamu tidak terdaya melakukannya (di luar medan jihad Perbandingan orang yang berjihad pada jalan Allan ialah seperti seorang yang berpuasa, bangkit malam (untuk salat khusyuk membaca ayat-ayat (Al-Our'an) tidak terhenti henti mereka dari puasa dan salat sehingga kembali orang-orang yang berjihad itu ke rumah
(Bukhari Muslim, tirmidhi Nasai Ibn Majah)
Dari nash-nash di atas nyatalah bahwa kegiatan-kegiatan taqwa yang dikerjakn oleh seseorang seperti salat puasa dan zikir belum memadai untuk menjadikan ia sebagai seorang Muslim yang Salih. \ Seorang muslim yang Salih itu adalah seorang yang menyerahkan seluruh jiwa raganya kepada Allah Ini berarti ia menjadikan seluruh masa dalam hidupnya dan setiap tindakannya sebagai sesuatu yang ditujukan untuk mendapatkan keridaan Allah itu tidak ada ruang-ruang di dalam hidupnya dan tidak ada sesuatu pun dari perbuatannya yang luput dari patuh mengikuti ketentuan-ketentuan tertentu oleh Allah.
Demi tujuan ini ia menyerahkan sepenuh hidupnya kepada Allah ia rela untuk mengorbankan apa saja yang ada padanya walaupun ini berarti harta benda yang paling dikasihi dan jiwanya sendiri. Itulah sebabnya perbedaan seorang yang berjihad di jalan Allah bagi membentuk masyarakat yang Salih dengan seseorang yang membatasi kegiatan 'ibadahnya kepada bidang-bidang tertentu saja jauh sekali Orang yang pertama lebih tinggi martabatnya dan lebih hampir kepada Allah.' Dari sini jelaslah bahwa islam tidak membatasi ruang lingkup 'ibadah kepada sudut-sudut tertentu. Tetapi Islam menetapkan seluruh kehidupan manusia adalah kolom 'amal dan persediaan pasokan bagi para mu'min sebelum mereka kembali berhadapan dengan Allah di Hari Pembalasan nanti.
Hakikat ini ditegaskan oleh Al-Qur'an sebagai:
“(Allah) Yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik 'amalannya. "(Allah) Yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik 'amalannya. Dan Dia maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Dan Dia maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Al-Mulk: 2)
Apa saja kegiatan dan perbuatan yang dilakukan oleh seorang muslim dengan penuh ikhlas untuk mendapatkan keridhaan Allah serta dikerjakan menurut ketetapan-ketetapan syara 'maka ianya dianggap sebagai' ibadah yang dikumpulkan sebagai 'amal Salih
Karena itu ruang lingkup 'ibadah di dalam islam sangatlah luas Ia adalah seluas periode hayat seseorang muslim dan kesanggupan serta kekuatannya untuk melakukan apa saja "amal yang diridai oleh Allah di dalam periode tersebut.
Tujuan Ibadah
1. Takhliyyah / tazkiyatul qolbi yakni kebersihan hati, maksudnya adalah, Ibadah yang kita lakukan, shalat, puasa, Hajji, dlsb. Hendaknya itu semua mampu membersihkan diri kita dari berbagai macam penyakit hati, mampu mensucikan diri kita dari kotoran jiwa, dari virus virus qolbu yang sangat berbahaya dalam kehidupan. diharapkan dengan rajinnya kita shalat maka bersihlah hati kita dari sifat sombong, dengan seringnya kita puasa maka hilanglah penyakit serakahnya, dengan banyaknya berzakat / shadaqoh berkuranglah bakhil, kikir dan pelit dalam hati kita. coba kita perhatikan, didalam Al-Quran surah al-Maa’uun diterangkan, فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّيْنَ , Celaka bagi orang shalat !, Siapa itu orang yang shalat juga tapi celaka juga ???, ayat selanjutnya menjelaskan, orang shalat bisa celaka salah satu penyebabnya adalah اَلَّذِيْنَ هُمْ يُرَائُوْنَ yaitu orang yang sholat tapi masih memiliki penyakit hati yang bernama Riyaa’, suka pamer.
Didalam kitab at-Targhib wat-Tarhib buah pena Al – Imam Zakiyyuddin al-Mundziri, disitu ada sebuah hadits qudsi yang menerangkan bahwa salah satu ciri orang yang sholatnya diterima oleh Allah adalah :
وَلَمْ يَسْتَطِلْ بِهَا عَليَ خَلْقِي 
“ Mereka tidak menyombongkan diri kepada Makhluq-Ku “


Makna essensilnya adalah shalat seseorang akan diterima oleh Allah SWT. ketika orang tersebut hatinya bersih dari penyakit yang bernama sombong.
Disisi lain, lebih jauh dari itu, kebahagiaan kita di akhirat kelak, pada hari dimana tidak ada perlindungan kecuali perlindungan Allah, akan sangat sangat ditentukan oleh kwalitas kebersihan hati itu.
“ Pada hari dimana tidak lagi berguna harta kekayaan, tidak lagi bermanfaat anak keturunan, kecuali mereka yang datang keharibaan Allah dengan membawa hati yang bersih “. ( Assyu’ara : 88 – 89 )
2. Tahliyyah. tujuan dari pelaksanaan ibadah kita adalah, hiasan Akhlaq dan budi pekerti. pesan moralnya adalah, Ibadah yang kita lakukan harus mampu menumbuh kembangkan sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan. semestinya, dengan sering dan rajinnya kita shalat, maka muncullah ketawadhu’an dalam pergaulan, dengan seringnya kita puasa, maka tumbuhlah sifat pemaaf kita, tambah sayang kepada fakir miskin, dst.
Ciri-Ciri 'Ibadah Dalam islam
1. Ibadah hanya dikerjakan semata-mata karena Allah
Al-Quran menitikberatkan bahwa 'ibadah itu hendaklah dilakukan karena Allah semata. Firman Allah:
"Dan Rabmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia (Al-Isra '23.)
“Ia telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia. "Ia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. (Yusuf 40)
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. (An-Nisa '36)
"Mereka tetap menyembah Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Ku, (An-Nur 55)
"Barangsiapa mengharapkan perjumpaan dengan Tuhan-Nya maka hendaklah ia mengerjakan 'amal yang Salih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya. (Al-Kahfi: 110)
Oleh itu segala tindakan yang dilakukan oleh manusia harus diniatkan semata-mata karena Allah. Untuk mengontrol dasar dan kebijakan ini, Islam melarang setiap perbuatan atau tindakan yang bisa mendatangkan maksud penyembahan sesama manusia atau pun membuka jalan untuk menyesatkan pengertian 'ibadah yang semestinya dikhususkan hanya kepada Allah.
2. Hubungan langsung antara hamba dan Penciptanya.
Dalam islam hubungan bisa dilakukan oleh seorang hamba dengan Allah secara langsung. 'Ibadah di dalam islam tidak berhajat adanya orang tengah sebagaimana yang terdapat pada setengah-setengah agama lain. Begitu juga tidak ada dalam Islam tokoh tertentu yang mendirikan satu lapisan khusus yang dikenal dengan nama tokoh-tokoh agama yang menjadi orang-orang perantaraan antara orang ramai dengan Allah.
Di dalam Islam peranan para 'ulama' dan fuqaha 'hanyalah untuk mengkaji dan menyelilidiki hukum-hukum syara' serta mengajarkannya kepada orang banyak. Peranan mereka bukan untuk mengampuni dosa atau mengkabulkan doa seseorang kepada A11ah sebagaimana yang terdapat pada setengah-setengah agama lain. '
3. Melambangkan khudu 'الخضوع)) yang penuh dan keta'atan yang mutlak kepada Allah
'Ibadah dalam Islam melambangkan khudu' atau ketundukan seseorang sepenuhnya kepada Allah dan keta'atannya yang mutlak terhadap-Nya. Karena itu dalam bidang 'ibadah khusus itu bersifat taufiqiyyah; yaitu ia dilaksanakan menurut garis-garis yang ditunjukkan oleh Rasululullah (saw) dan berhenti setakat sempadan yang telah ditentukan oleh syara' dan sebagaimana yang telah dilakukan sendiri oleh Rasulullah (saw). Tidak dapat ditambahkan atau dikurangi atau membuat perubahan terhadapnya. Sabda Rasulullah (saw):
"Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat." (Bukhari)
"Ambillah kamu daripadaku cara-cara (manasik) ibadah haji kamu." (Bukhari)
Ada pun untuk 'ibadah-'ibadah umum ketundukan dan kepatuhan ini dapat dilaksanakan dengan benar-benar mencontoh Rasulullah (saw) dalam seluruh jalan kehidupan. Ini berdasarkan firman Allah
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan (kedatangan) Hari Qiyamah dan dia banyak menyebut Allah (Al-Ahzab 21)
Firman Allah
"Katakanlah: jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah situ, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ (Ali-'Imran 31)
Firman Allah
"Apa yang diberikan rasul kepada maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. (Al-Hasyr: 7)
Kepatuhan mengikuti apa yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah (saw) berarti seseorang itu telah menundukkan dirinya mematuhi dan menta'ati perintah Allah di dalam ia melakukan segala 'ibadah di dalam kehidupan.
'Segala perkara atau' amal selain dari grup 'ibadah khusus di atas yang dilakukan semata-mata untuk mencari kkeredaan Allgh. Ini termasuk seluruh perbuatan manusia dalam kehidupan hariannya.
Ruang lingkup 'Ibadah yang luas Ruang lingkup 'Ibadah yang luas
Ruang lingkup 'ibadah di dalam Islam amat luas sekali. Itulah mencakup setiap kegiatan kehidupan manusia. Setiap apa yang dilakukan baik yang bersangkut dengan individu maupun dengan masyarakat adalah 'ibadah menurut islam selagi mana ia memenuhi persyaratan tertentu.
Ketentuan tersebut adalah sebagai berikut :
i. 'Amalan yang dikerjakan itu hendaklah diakui islam sesuai dengan hukum-hukum syara' dan tidak bertentangan dengan hukum-hukum tersebut. Adapun 'amalan-'amalan yang diingkari oleh Islam dan ada hubungan dengan yang haram dan ma'siat, maka tidaklah sekali-kali ia dijadikan' amalan 'ibadah.
ii. 'Amalan tersebut dilakukan dengan niat yang Balk bagi tujuan untuk memelihara kehormatan diri, menyenangkan keluarganya, memberi manfa'at kepada umat seluruhnya dan bagi mema'murkan bumi sebagaimana yang dianjurkan oleh Allah.
iii. 'Amalan tersebut harus dibuat dengan sebaiknya bagi menepati apa yang ditetapkan oleh Rasulullah (saw):
“Bahawa Allah suka apabila seseorang dari kamu membuat sesuatu kerana dengan memperelokkan kerjanya. "Bahwa Allah suka apabila seseorang dari kamu membuat sesuatu karena dengan membaguskan kerjanya. “ (Muslim)
iv. Ketika membuat 'amalan tersebut hendaklah Sentiasa menurut hukum-hukum syara' dan ketentuan batasnya, tidak menzalimi orang lain, tidak khianat, tidak menipu dan tidak menincds atau merampas hak orang.
v. Tidak mencuaikan 'ibadah-'ibadah khusus seperti salat zakat dan sebagainya dalam melaksanakan' ibadah-'ibadah umum
Firman Allah
"Hai orang-orang yang beriman janganlah harta dan anak-anak kamu melalaikan kamu dari mengingat Allah batangsiapa berbuat demikian maka mereka sebenarnya orang-orang yang merugi. “ (Al-Munafiqun 9)
Firman Allah
"Lelaki-lelaki yang tidak dilalaikan oleh pemiagaan ataujual beli dari mengingat Allah, mendirikan salat dan menunaikan zakat" (An-Nur: 37)
Jadi, bila saja seorang mu'min dapat menyempurnakan kelima syarat di atas dalam mengendalikan segala pekerjaan dan urusan hidupnya setiap hari, maka dia akan dihitung selalu ber'ibadah kepada Allah meskipun dia tidak duduk di dalam masjid ketika membuat kerja-kerja tersebut.
Tidak torkongkong di suatu tempat perlbadatan saja.
Di dalam Islam implementasi 'ibadah tidak berlaku untuk tempat-tempat tertentu. Seluruh bumi Allah adalah tempat ber'ibadah bagi para mu'min. . .
Firman Allah
Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali) setelah dibangkitkan. “ (Al-Mulk: 15)
Di dalam Islarn ibadah bisa dilakukan di mana-mana saja karena di mana saja seseorang berada, hubungannya adalah terus kepada Allah Islam menganggap seluruh bumi sebagai masjid kecuali tempat-tempat yang najis dan kotor Itulah sebabnya Rasulullah (saw) salat di mana-mana saja beliau berada sama ada di tengah-tengah padang pasir atau di atas kendaraannya.
Pembagian Ibadah:
A 1. Ibadah Khusus : Ia adalah sekelompok perintah yang wajib dilakukan sebagaimana terkandung dalam rukum Islam dan juga seumpama seperti sembahyang, puasa, zakat, haji, tilawatul Quran, zikir dan sebagainya.
2. Ibadah Umum : Segala perkara atau pekerjaan selain dari yang tersebut di atas yang dilakukan semata-mata untuk mencari keredhaan Allah.
B. 1.Ibadah Badaniah: tubuh seperti shalat, menolong orang dalam kesusahan dan lain-lain.
2.ibadah Maliyah : harta benda seperti zakat, memberi sedekah, derma dan lain-lain.
3. Ibadah Qalbiyah : hati seperti sangka baik, ikhlas, tidak hasad dengki dan lain-lain.
C.1 Ibadah Ijabiyah : positif yaitu perintah amal
2. Ibadah Salbiyah : negatif yaitu perintah tinggal
Ketentuan Pekerjaan / Praktik Menjadi Ibadah
Sesuatu pekerjaan atau amalan itu bisa dijadikan sebagai ibadah kepada Allah jika memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Orang yang melakukan harus beragama Islam.
2. Amalan yang dikerjakan itu hendaklah diakui Islam. Sesuai dengan hukum syariah dan tidak bertentangan dengan hukum-hukum tersebut. Adapun praktek yang diingkari Islam seperti pekerjaan yang ada hubungannya dengan riba, tari menari, hal-hal maksiat dan sebagainya, tidaklah sekali-kali menjadi ibadah. Allah bersifat bersih dan baik, tidak menerima amalan yang kotor kecuali yang baik dan bersih saja.
3. Praktek itu dikerjakan harus dengan niat yang baik. Baik untuk memelihara kehormatan diri atau menyenangkan keluarganya atau memberi manfaat kepada umatnya atau untuk memakmurkan bumi Allah sebagaimana yang dianjurkan oleh Allah.
4. Saat membuat pekerjaan tersebut harus selalu menurut hukum-hukum syariat dan batasnya, tidak menzalimi orang, tidak menipu, tidak menindas atau mencampur hak orang.
5. Segala pekerjaan duniawi itu tidak melalaikan dan mencuaikan dari melaksanakan kewajiban ibadah. Khususnya seperti shalat, puasa dan sebagainya sesuai dengan firman Allah:
Maksudnya:
Hai orang-orang yang beriman janganlah hendaknya harta dan anak pihak itu melalaikan kamu dari mengingatkan Allah. Barang siapa berbuat demikian maka mereka sebenarnya orang-orang yang merugi.
Jadi, bila saja seorang mukmin dapat menyempurnakan syarat-syarat di atas dalam mengendalikan segala pekerjaan dan urusan hidupnya setiap hari dia adalah dihitung banyak bertasbih kepada Allah meskipun dia tidak duduk di Masjid atau di surau ketika membuat kerja-kerja itu.
Hikmah Ibadah
1. Ibadah dalam Islam adalah merupakan makanan atau riadhah ruhi sebagaimana jasad memerlukan makan dan minuman.
2. Untuk memerdekakan diri manusia dari menghambakan diri kepada sesuatu makhluk selain Allah.
3. Untuk memberikan suatu keyakinan dan tempat ketergantungan sebenarnya yang telah menjadi fitrah atau tabi'at alami manusia.
4. Untuk mengembalikan dan menempatkan manusia itu di tempat fitrahnya yang benar sebagai hamba Allah Taala.
5. Ibadah merupakan ujian Allah kepada hambanya dalam seluruh hidupnya.
6. Ibadah pula suatu garis pemisah yang membedakan antara Islam dengan kafir dan antara manusia dengan makhluk lain

jadi ikhwan jangan cengeng

Akhi.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak ikhwan di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah...
Akhi.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..
Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama...?
Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..
( jd ikhwan jgn cengeng)

Sabtu, 16 April 2011

macam bunyi jantung

Bunyi jantung utama: BJ, BJ II, BJ III, BJ IV
Bunyi jantung tambahan, dapat berupa bunyi detik ejeksi (ejection click) yaitu bunyi yang terdengar bila ejeksi ventrikel terjadi dengan kekuatan yang lebih besar misalnya pada beban sistolik ventrikel kiri yang meninggi. Bunyi detak pembukaan katub (opening snap) terdengar bila pembukaan katup mitral terjadi dengan kekuatan yang lebih besar dari normal dan terbukanya sedikit melambat dari biasa, misalnya pada stenosis mitral.

Bunyi jantung utama
Bunyi jantung I ditimbulkan karena kontraksi yang mendadak terjadi pada awal sistolik, meregangnya daun-daun katup mitral dan trikuspid yang mendadak akibat tekanan dalam ventrikel yang meningkat dengan cepat, meregangnya dengan tiba-tiba chordae tendinea yang memfiksasi daun-daun katup yang telah menutup dengan sempurna, dan getaran kolom darah dalam outflow track (jalur keluar) ventrikel kiri dan di dinding pangkal aorta dengan sejumlah darah yang ada didalamnya. Bunyi jantung I terdiri dari komponen mitral dan trikuspidal.


Faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas BJ I yaitu:
Kekuatan dan kecepatan kontraksi otot ventrikel, Makin kuat dan cepat makin keras bunyinya
Posisi daun katup atrio-ventrikular pada saat sebelum kontraksi ventrikel. Makin dekat terhadap posisi tertutup makin kecil kesempatan akselerasi darah yang keluar dari ventrikel, dan makin pelan terdengarnya BJ I dan sebaliknya makin lebar terbukanya katup atrioventrikuler sebelum kontraksi, makin keras BJ I, karena akselerasi darah dan gerakan katup lebih cepat.
Jarak jantung terhadap dinding dada. Pada pasien dengan dada kurus BJ lebih keras terdengar dibandingkan pasien gemuk dengan BJ yang terdengar lebih lemah. Demikian juga pada pasien emfisema pulmonum BJ terdengar lebih lemah.
Bunyi jantung I yang mengeras dapat terjadi pada stenosisis mitral,
BJ II ditimbulkan karena vibrasi akibat penutupan katup aorta (komponen aorta), penutupan katup pulmonal (komponen pulmonal), perlambatan aliran yang mendadak dari darah pada akhir ejaksi sistolik, dan benturan balik dari kolom darah pada pangkal aorta yang baru tertutup rapat.
Bunyi jantung II dapat dijumpai pada Duktus Arteriosus Persisten besar, Tetralogi Fallot, stenosis pulmonalis,
Pada gagal jantung kanan suara jantung II pecah dengan lemahnya komponen pulmonal. Pada infark miokard akut bunyi jantung II pecah paradoksal, pada atrial septal depect bunyi jantung II terbelah.
BJ III terdengar karena pengisian ventrikel yang cepat (fase rapid filling). Vibrasi yang ditimbulkan adalah akibat percepatan aliran yang mendadak pada pengisisan ventrikel karena relaksasi aktif ventrikel kiri dan kanan dan segera disusul oleh perlambatan aliran pengisian
Bunyi jantung III dapat dijumpai pada syok kardiogenik, kardiomiopati, gagal jantung, hipertensi
Bunyi jantung IV dapat terdengar bila kontraksi atrium terjadi dengan kekuatan yang lebih besar, misalnya pada keadaan tekanan akhir diastole ventrikel yang meninggi sehingga memerlukan dorongan pengisian yang lebih keras dengan bantuan kontraksi atrium yang lebih kuat.
Bunyi jantung IV dapat dijumpai pada penyakit jantung hipertensif, hipertropi ventrikel kanan, kardiomiopati, angina pectoris, gagal jantung, hipertensi,
Irama derap dapat dijumpai pada penyakit jantung koroner, infark miokard akut, miokarditis, kor pulmonal, kardiomiopati dalatasi, gagal jantung, hipertensi, regurgitasi aorta.

Bunyi jantung tambahan
Bunyi detek ejeksi pada awal sistolik (early sisitolic click). Bunyi ejeksi adalah bunyi dengan nada tinggi yang terdengar karena detak. Hal ini disebabkan karena akselerasi aliran darh yang mendadak pada awal ejeksi ventrikel kiri dan berbarengan dengan terbukanya katup aorta yang terjadi lebih lambat.. keadaan inisering disebabkan karena stenosis aorta atau karena beban sistolik ventrikel kiri yang berlebihan dimana katup aorta terbuka lebih lambat.
Bunyi detak ejeksi pada pertengahan atau akhir sistolik (mid-late systolick klick) adalah bunyi dengan nada tinggi pada fase pertengahan atau akhir sistolik yang disebabkan karena daun-daun katup mitral dan chordae tendinea meregang lebih lambat dan lebih keras. Keadaan ini dapat terjadi pada prolaps katup mitral karena gangguan fungsi muskulus papilaris atau chordae tendinea.
Detak pembukaan katup (opening snap) adalah bunyi yang terdengar sesudah BJ II pada awal fase diastolik karena terbukanya katup mitral yang terlambat dengan kekuatan yang lebih besar yang disebabkan hambatan pada pembukaan katup mitral. Keadaan ini dapat terjadi pada stenosis katup mitral.
Pada stenosis trikuspid pembukaan katup didaera trikuspid.


Bunyi ekstra kardial
Gerakan perikard (pericardial friction rub) terdengar pada fase sistolik dan diastolik akibat gesekan perikardium viseral dan parietal. Bunyi ini dapat ditemukan pada perikarditis.

Bising (desir) jantung (cardiac murmure)
Bising jantung adalah bunyi desiran yang terdengar memanjang yang timbul akibat vibrasi aliran darah turbulen yang abnormal.
Evaluasi desir jantung dilihat dari:
1. Waktu terdengar: pada fase sistolik atau diastolik
Terlebih dahulu tentukan fase siklus jantung pada saat terdengar bising (sistolik atau diastolik) dengan patokan BJ I dan BJ II atau dengan palapasi denyut karotis yang teraba pada awal sistolik.
Bising diastolik dapat dijumpai pada stenosis mitral, regurgitasi aorta, insufisiensi aorta, gagal jantung kanan, stenosis tricuspid yang terdengar pada garis sternal kiri sampai xipoideus, endokarditis infektif, penyakit jantung anemis
Bising sistolik dapat dijumpai pada stenosis aorta, insufisiensi mitral, endokarditis infektif, angina pectoris, stenosis pulmonalis yang terdengar di garis sternal kiri bagian atas, tatralogi fallot,
Bising jantung sistolik terdengar pada fase sistolik, dibedakan:
Bising jantung awal sistolik: Terdengar mulai pada saat sesudah BJ I dan menempati pase awal sistolik dan berakhir pada pertengahan pase sistilik
Bising jantung pertengahan sistolik: Terdengar sesudah BJ I dan pada pertengahan fase sisitolik dan berakhir sebelum terdengar BJ II.
Bising ini dapat dijumpai pada Duktus Arteriosus Persisten (DAP) sedang,
Bising jantung akhir sistolik: Terdengar pada fase akhir sistolik dan berakhir pada saat terdengar BJ II
Bising ini dapat dijumpai pada sindrom marfan

Bising jantung pan-sistolik: Mulai terdengar pada saat BJ I dan menempati seluruh fase sisitolik dan berakhir pada saat terdengar BJ II.
Bising ini dapat dijumpai pada ventrikel septal defect , regurgitasi trikuspid

Bising jantung diastolik terdengar pada fase diastolik, dibedakam:
Bising jantung awal: terdengar mulai saat BJ II menempati fase awal diastolik dan biasanya menghilang pada pertengahan diastolik.
Bising ini dapat dijumpai pada ventrikel septal depect
Bising jantung pertengahan: terdengar sesaat sesudah terdengar BJ II dan biasanya berakhir sebelum BJ I
Bising ini dapat dijumpai pada ventrikel septal depect, stenosis mitral, Duktus Arteriosus Persisten (DAP) yang berat
Bising jantung akhir diastolik atau presistolik: terdengar pada fase akhir diastolik dan berakhir pada saat terdengar BJ I
Bising ini dapat dijumpai pada stenosis mitral,
Bising jantung bersambungan: mulai terdengar paada fase sistolik dan tanpa interupsi melampai BJ II terdengar kedalam fase diastolic
Bising ini dapat ditemukan pada patent dutus srteriosus

2.Intensitas bunyi:
intensitas bunyi yang ditimbulkan berbeda-beda dari yang ringan sanpai yang keras. Pada insufisiensi mitral intensitas bising sedang sampai tinggi. Pada gagal janntung kanan dapat terdengar bising Graham Steel yang merupakan bising yang terdengar dengan nada tinggi yang terjadi akibat hipertensi pulmonal.
Didasarkan pada tingkat kerasnya suara, dibedakan:




3.Tipe (konfigurasi): timbul karena penyempitan atau aliran balik, dibedakan:
Bising tipe kresendo: mulai terdengar dari pelan kemudian mengeras
Bising kresendo diastolik dapat terdengar pada stenosis mitral
Bising tipe dekresendo: bunyi dari keras kemudian menjadi pelan
Bising tipe kresendo-dekresendo: bunyi pelan lalu keras lalu pelan kembali
Bising tipe plateau: keras suara bising lebih menetap sepanjang pase sistolik, keras jarang berbunyi kasar
Bising ini dapat dijumpai pada insufisiensi mitral.

4.Lokasi dan penyebaran: daerah bising terdengar paling keras dan mungkin menyebar kearah tertentu
Pada stenosis aorta bising diastolik di sela iga 2 kiri atau kanan dapat menjalar ke leher atau aorta
1. Posisi pasien berbaring dengan sudut 30 derajat
2. Mintalah pasien relak dan bernapas biasa
3. tempelkn kepala stetoskop pada ictus cordis dengarkan suara dasar jantung
4. Bila auskultasi dengan corong stestokop untuk daerah apek dan ruang interkosta 4 dan 5 kiri kearah sternum. Dengan membran untuk ruang interkosta 2 kiri kearah sternum
5. Perhatikan irama dan frekuensi suara jantung
6. Bedakan irama systole, diastole dan intensitasnya
7. Perhatikan suara tambahan yang mungkin timbul
8. Gabungkan auskultasi dengan kualitas pulsus (denyut nadi)
Tentukan daerah penjalaran bising dan titik maksimumnya

salam ukhuwah ciwiable . . ^_^

Kamis, 14 April 2011

Fikri ASy-syura


teringat waktu rihlah ke pantai caroline bersama teman fikri asy-syura dulu . .
ingin rasanya mengulangi moment-moment itu kembali .
kini tak terasa waktu itu telah beranjak pergi dan insyaAllah tidak akan kembali lagi, namun tahukah enkau kawan semangat berukhuwah berbalutkan hengatnya keimanan itu akan tetap menyala di dalam sanubari ku kawan . .

ternyata ukhuwah itu, nikmatnya tak tertandingi . .
coba deh klo gag percaya. .
salam ukhuwah ciwiable punya . . ^_^

Mengenai Tes Widal untuk Tifus

Seorang wanita, 13 thn, yang bertubuh besar dan biasanya sehat, datang dengan demam 6 hari. Demam tidak terlalu tinggi dan datang hilang selama 5 hari dan terukur 39.5° C di kamar praktek. Pasien diantar ayahnya, membawa hasil laboratorium (inisiatif sendiri), termasuk nilai titer Widal (antara 0 dan 1/160) yang semuanya normal. Ia mengeluh sakit kepala dan mual sebagai keluhan utama, serta berak encer 1 kali. Wajahnya menunjukkan ia menderita ringan saja.

Saya beri surat periksa laboratorium untuk tes urine lengkap dan kultur darah, yang hasilnya baru akan diperoleh beberapa hari lagi. Dengan diagnosis klinis tifus saya beri siprofloksasin dengan pesan tidak boleh jalan dan istirahat tidur di rumah. Tanggal 14 Des demam naik 40.1°C dan karena ayah panik, pasien dirawat di RS PI, dimana ia diberi infus cefotaxime. Tgl 16 Des saya menerima SMS , menyatakan hasil kultur darah tifus positif.

Apakah Tes Widal harus dilakukan pada semua pasien demam?

Sejak beberapa tahun terakhir pemeriksaan tes Widal menjadi rutin men-screen penderita demam untuk penyakit tifus. Kebiasaan ini hanya terjadi di Indonesia. Entah asal mulanya dari mana sulit dilacak, karena hampir semua dokter spesialis dan umum melakukannya secara salah kaprah kolektif. Hal ini begitu menyolok, sehingga pasien sendiri meminta labor melakukannya bila demam.

Pengelola labor-pun secara tidak etis menawarkan test ini kepada setiap pasien yang lagi demam. Pada hal, semua dokter harus tahu bahwa nilai titer Widal tidak bisa dipakai untuk mendiagnosis tifus. Semua buku kedokteran juga tidak ada yang akan membenarkannya. Sehingga tujuan komersial oleh para pelaku tidak bisa disingkirkan.

Reaksi Widal merupakan test imunitas yang ditimbulkan oleh kuman Salmonella typhi / paratyphi, yaitu kuman yang terdapat di minuman dan makanan kita yang terkontaminasi dengan tinja orang yang sakit tifus.

Jakarta dan Indonesia merupakan reservoir raksaksa kuman salmonella dan lainnya. Semua manusia di Indonesia pasti pernah kemasukan kuman salmonella melalui food-chain ini. Bila kebetulan jumlah kuman yang tertelan cukup besar mungkin akan timbul penyakit tifus yang terutama ditandai oleh demam berkepanjangan sebagai ciri khas.

Namun tidak semua demam adalah tifus. Tifus perlu dicurigai bila demam berlanjut sedikitnya 6-7 hari. Juga demam tifus pada hari2 permulaan hanya ringan, tidak konstan, naik-turun, dan hanya setelah 5-7 hari akan tinggi menetap, disertai badan pegal dan sakit kepala, serta kadang2 mual dan diare ringan. Diagnosis tifus bisa dicurigai setelah demam sekitar seminggu ditambah gejala2 diatas. Secara statistik juga demam tanpa adanya gejala positif yang mengarah ke penyakit lain, kemungkinan tifus adalah yang paling besar di Jakarta. Hal ini juga ditopang oleh musim kemarau dan banjir yang membawa kuman salmonella.

Pemeriksaan labor untuk konfirmasi kecurigaan tadi ialah kultur darah, dilakukan sewaktu ada demam tinggi yang merupakan pertanda bahwa kuman sedang menyebar dalam darah (sehingga lebih mudah dikultur). Kultur tidak bia dilakukan pada hari2 permulaan demam karena cenderung masih negatif. Kita harus menunggu hingga demam sudah tinggi dan konstan. Sayangnya hasil kultur untuk kepastian diagnosanya baru diperoleh setelah 4-6 hari. Namun pengobatan sudah bisa dilakukan atas dasar penilaian klinis, sambil menunggu hasil kultur.
Test Widal tidak bisa dipercayai karena terlalu banyak test yang false positif maupun false negative.

Test Widal hanya akan berguna untuk follow-up, terutama jaman dulu waktu mana belum ada antibiotika dan tifus bisa berlangsung 1 bulan atau lebih. Ia berguna untuk melihat apakah titernya naik selama penyakit tersebut. Inipun tidak berguna lagi karena obat antibiotik yang ampuh sudah tersedia dan akan menyembuhkan tifus dalam 7-10 hari, sehingga tidak perlu follow-up. Tingginya titer juga sangat individual dan tergantung kemampuan tubuh kita membuat antibody. Misalnya, saya mempunyai seorang pasien laki, muda yang selama lebih dari 6 bulan (tanpa demam) diberi antibiotika berganti2 oleh dokternya hanya karena titer Widalnya sangat tinggi (sekitar 1/8000) dan tidak mau turun. Tentu hal ini mubazir.

Sekarang musim hujan lagi dan frekuensi tifus akan naik di Jakarta.
Bawalah tulisan ini dan berilah ke dokter anda bila anda disuruh periksa Widal.
Be a ‘smart patient’!

(artikel dari Prof. Iwan Darmansjah,MD)

ciwiable punya . .