salam ciwiable . . ^_^
akhirnya sampai juga diatas gunung merapi . .
walau jalan untuk menempuhnya sangat berat dan terjal . . jika diiringi dengan semangat pantang menyerah, hasilnya subhanallah sekali . .
perjalanan ini bertajuk "MENJELMA" menjelajah merapi, acara ini di persembahkan oleh departemen kaderisasi FIKRI Asy-syura FK-UNBRAH dengan tema : Pembuktian Diri Ikhwan Sejati tuk TaKLUKAN Merapi (16-17 juli 2011)
ekspedisi ini diikuti oleh 18 ikhwan tangguh mahasiswa UNBRAH. . . . .
semoga bermanfaat
Sabtu, 30 Juli 2011
Kamis, 14 Juli 2011
indikator statistik Rumah Sakit
STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT.
1. Standar Pelayanan Rumah Sakit Daerah adalah penyelenggaraan pelayanan manajemen rumah sakit, pelayanan medik, pelayanan penunjang dan pelayanan keperawatan baik rawat inap maupun rawat jalan yang minimal harus diselenggarakan oleh rumah sakit.
2. Indikator
Merupakan variabel ukuran atau tolok ukur yang dapat menunjukkan indikasi-indikasi terjadinya perubahan tertentu. Untuk mengukur kinerja rumah sakit ada beberapa indikator, yaitu:
• a. Input, yang dapat mengukur pada bahan alat sistem prosedur atau orang yang memberikan pelayanan misalnya jumlah dokter, kelengkapan alat, prosedur tetap dan lain-lain.
• b. Proses, yang dapat mengukur perubahan pada saat pelayanan yang misalnya kecepatan pelayanan, pelayanan dengan ramah dan lain-;ain.
• c. Output, yang dapat menjadi tolok ukur pada hasil yang dicapai, misalnya jumlah yang dilayani, jumlah pasien yang dioperasi, kebersihan ruangan.
• d. Outcome, yang menjadi tolok ukur dan merupakan dampak dari hasil pelayanan sebagai misalnya keluhan pasien yang merasa tidak puas terhadap pelayanan dan lain-lain.
• e. Benefit, adalah tolok ukur dari keuntungan yang diperoleh pihak rumah sakit maupun penerima pelayanan atau pasien yang misal biaya pelayanan yang lebih murah, peningkatan pendapatan rumah sakit.
• f. Impact, adalah tolok ukur dampak pada lingkungan atau masyarakat luas misalnya angka kematian ibu yang menurun, meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, meningkatnya kesejahteraan karyawan.
3. Standar adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan sebagai patokan dalam melakukan kegiatan. Standar ini dapat ditentukan berdasarkan kesepakatan propinsi, kabupaten/kota sesuai dengan evidence base.
4. Bahwa rumah Sakit sesuai dengan tuntutan daripada kewenangan wajib yang harus dilaksanakan oleh rumah sakit propinsi/kabupaten/kota, maka harus memberikan pelayanan untuk keluarga miskin dengan biaya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.
5. Secara khusus selain pelayanan yang harus diberikan kepada masyarakat wilayah setempat maka rumah sakit juga harus meningkatkan manajemen di dalam rumah sakit yaitu meliputi:
a. Manajemen Sumberdaya Manusia.
b. Manajemen Keuangan.
c. Manajemen Sistem Informasi Rumah Sakit, kedalam dan keluar rumah sakit.
d. Sarana prasarana.
e. Mutu Pelayanan.
PERATURAN INTERNAL RUMAH SAKIT (Hospital by Laws)
Dalam rangka melindungi penyelenggaraan rumah sakit, tenaga kesehatan dan melindungi pasien maka rumah sakit perlu mempunyai peraturan internal rumah sakit yang bias disebut hospital by laws. Peraturan tersebut meliputi aturan-aturan berkaitan dengan pelayanan kesehatan, ketenagaan, administrasi dan manajemen. Bentuk peraturan internal rumah sakit (HBL) yang merupakan materi muatan pengaturan dapat meliputi antara lain: Tata tertib rawat inap pasien, identitas pasien, hak dan kewajiban pasien, dokter dan rumah sakit, informed consent, rekam medik, visum et repertum, wajib simpan rahasia kedokteran, komete medik, panitia etik kedokteran, panitia etika rumah sakit, hak akses dokter terhadap fasilitas rumah sakit, persyaratan kerja, jaminan keselamatan dan kesehatan, kontrak kerja dengan tenaga kesehatan dan rekanan. Bentuk dari Hispital by laws dapat merupakan Peraturan Rumah Sakit, Standar Operating Procedure (SOP), Surat Keputusan, Surat Penugasan, Pengumuman, Pemberitahuan dan Perjanjian (MOU). Peraturan internal rumah akit (HBL) antara rumah sakit satu dengan yang lainnya tidak harus sama materi muatannya, hal tersebut tergantung pada: sejarahnya, pendiriannya, kepemilikannya, situasi dan kondisi yang ada pada rumah sakit tersebut. Namun demikian peraturan internal rumah sakit tidak boleh bertentangan dengan peraturan diatasnya seperti Keputusan Menteri, Keputusan Presiden, Peraturan Pemerintah dan Undang-undang. Dalam bidang kesehatan pengaturan tersebut harus selaras dengan Undang-undang nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan peraturan pelaksanaannya.
PENGHITUNGAN EFISIENSI
Indikator penilaian efisiensi pelayanan adalah:
- Bed occupancy rate.
- Bed turn over.
- Length of stay.
- Turn over interval.
Bed occupancy rate (BOR) atau Pemakaian Tempat Tidur dipegunakan untuk melihat berapa banyak tempat tidur di rumah sakit yang digunakan pasien dalam suatu masa.
Jumlah hari perawatan
BOR = ———————————x 100%
Jumlah TT x hari perawatan
Prosentase ini menunjukkan sampai berapa jauh pemakaian tempat tidur yang tersedia di rumah sakit dalam jangka waktu tertentu. Bila nilai ini mendekati 100 berarti ideal tetapi bila BOR Rumah Sakit 60-80% sudah bias dikatakan ideal.
BOR antara rumah sakit yang berbeda tidak bisa dibandingkan oleh karena adanya perbedaan fasilitas rumah sakit, tindakan medik, perbedaan teknologi intervensi. Semua per bedaan tadi disebut sebagai “case mix”.
Turn over internal (TOI), waktu rata-rata suatu tempat tidur kosong atau waktu antara satu tempat tidur ditinggalkan oleh pasien sampai ditempati lagi oleh pasien lain.
(Jumlah TT x 365) – hari perawatan)
TOI = ——————————————– x 100%
Jumlah semua pasien keluar hidup + mati
TOI diusahakan lebih kecil daripada 5 hari.
Bed turn over (BTO), berpa kali satu tempat tidur ditempati pasien dalam satu tahun. Usahakan BTO lebih besar dari 40.
Length of stay yang baik 5-13 hari atau maksimum 12 hari, 6-10 hari.
Infant mortality rate (angka kematian bayi). Standar 20%
Jumlah kematian bayi yang lahir di RS
IMR = ———————————————— x 100%
Jumlah bayi yang lahir di RS dalam waktu tertentu
Maternal Mortality Rate (MMR) atau angka kematian ibu melahirkan. Standard 0,25% atau antara 0,1-0,2%
Jumlah pasien obstetri yang meninggal
MMR = —————————————————— x 100%
Jumlah pasien obstetri dalam jangka waktu tertentu
Foetal Death Rate (FDR) atau angka bayi lahir mati. Standar 2%.
Jumlah kematian bayi dengan umur kandungan 20 minggu
FDR = ———————————————————— x 100%
Jumlah semua kelahiran dalam jangka waktu tertentu
Post Operative Death Rate (FODR) atau angka kematian pasca bedah. Standar 1%.
Jumlah kematian setelah operasi dalam satu periode
FODR = —————————————————— x 100%
Jumlah pasien yang dioperasi dalam periode yang sama
Angka kematian sectio caesaria. Standar 5%.
Dalam usaha memperkecil pengaruh “case mix” untuk menilai tingkat efisiensi digunakan indikator yang lebih tajam, indikator yang dimaksud adalah:
--> Av LOS pasien prabedah
Pasien yang akan dioperasi biasanya harus menjalani pemeriksaan radiologi dan laboratorium serta perlu observasi terhadap keadaan tertentu. Jadi sebelum operasi pasien telah menggunakan jasa rumah sakit yang tidak sedikit. Lebih banyak pemeriksaan atau lebih lama observasi tentunya lebih banyak menggunakan sumber daya rumah sakit. Agar efisiensi maka pemborosan harus ditekan. Bertambah singkat Av LOS prabedah, bertambah hemat atau bertambah efisien pelayanan yang diberikan.
--> Av LOS penyakit tertentu atau tracer conditions.
Telah disusun kelompok-kelompok diagnosis penyakit yang tidak berbeda banyak cara penganannya mediknya, tidak berbeda banyak Av LOS-nya, dan hampir sama menyerap sumber dayanya. Kelompok penyakit ini disebut Diagnosis Related Group (DRG). Dalam DRG ini ada 83 kelompok diagnesis yang masih terbagi lagi menjadi 383 subkelompok.
INDIKATOR PENILAIAN
Untuk menilai pemanfaatan tenaga dipergunakan indikator:
• - Rasio kunjungan dengan jumlah tenaga perawat jalan.
• - Rasio jumlah hari perawatan dengan jumlah tenaga perawat inap.
• - Rasio jumlah paisien intensif dengan jumlah tenaga perawat yang melayani.
• - Rasio persalinan dengan tenaga bidan yang melayani.
Indikator untuk penilaian cakupan pelayanan adalah:
• - Rata-rata kunjungan per hari
• - Rata-rata kunjungan baru per hari
• - Rasio kunjungan baru dengan total kunjungan
• - Jumlah rata-rata pasien ugd per hari
• - Rata-rata pasien intensif per hari
• - Rata-rata pasien intensif perhari
• - Rata-rata pemeriksaan radiologi per hari
• - Prosentase r/ yang dilayani terhadap r/ rumah sakit
• - Prosentase item obat dalam formularium
• - Jumlah pelayanan ambulans
• - Rasio banyaknya cucian dengan pasien rawat inap
• - Prosentase penyediaan makanan khusus
• - Rasio pasien rawat jalan terhadap jumlah penduduk dalam, catchment area
• - Admission use rate
• - Hospitalization rate
Mutu pelayanan ditinjau dari GDR & NDR
1. Angka Kematian Kasar/CDR (%) = <45%
2. Angka Kematian Netto/NDR (%) = <25%
salam ciwiable . . ^_^
Minggu, 10 Juli 2011
tentang mata
2 mata kita..
Sederhana saja,,
Kadang, ketika kita melihat sebuah bola, yang nampak hanya bentuk lingkaran.
ketika kita melihat rel kereta api, seakan-akan keduanya bersatu di suatu titik.
Dan masih banyak lagi “ketika-ketika” yang lain, jika kita mau sedikit berpikir dan mencari, tentu saja..
Banyak kali kita “ditipu mentah-mentah” oleh panca indra kita, benda bulat, tetapi mata menyebutnya lingkaran. seperti itu bukan?
Mari kita lanjutkan,,
jika pernyataan diatas dianggap benar, maka tak ada bedanya dengan analogi “penipuan” panca indra kita.
Mengapa bola terlihat lingkaran?
Mengapa ujung rel nampak bersatu?
dalam konteks ini, pembahasan tidak pada ilusi, fatamorgana, dan fenomena-fenomena lainnya, walaupun hal tersebut tidak bisa lepas dari analogi diatas.
Bola terlihat lingkaran, rel bersatu, hanya karena kita melihatnya dari satu tempat, dan satu sudut. pada saat kita mau mencoba menggeser tempat duduk, berpindah posisi lain, dengan angel yang sedikit berbeda (apalagi melihat dalam setiap sudut dan tempat, mendekati sempurna tentu saja’,,) hasil yang berbeda akan kita dapat. Sederhana bukan? Lalu apa pentingnya pemaparan sederhana seperti itu?
Kembali beranalogi,,
Pemaparan diatas, dengan semua analoginya, dimaksudkan menjadi analogi yang semoga saja tepat tetnang bagaimana cara kita melihat dunia dan pernik2nya. Bayangpun sepicik apa kita, dunia yang begini luas, kehidupan dan permasalahannya yang kompleks hanya kita lihat dari satu tempat dan sudut? Lucu sekaligus menyedihkan.
Mari kita mulai putar kunci, injak kopling, masukkan persneleng, dan injak gas. Slow but sure tak apalah, setidaknya kita tidak stagnan. Semua terasa begitu sempit ketika kita melihat dari sisi yang sempit, mari berlari ke tanah lapang, mari, mari,,
DUNIA ITU LUAS..
http://zainimiftah2011.wordpress.com
salam ciwiable . . ^_^
Sederhana saja,,
Kadang, ketika kita melihat sebuah bola, yang nampak hanya bentuk lingkaran.
ketika kita melihat rel kereta api, seakan-akan keduanya bersatu di suatu titik.
Dan masih banyak lagi “ketika-ketika” yang lain, jika kita mau sedikit berpikir dan mencari, tentu saja..
Banyak kali kita “ditipu mentah-mentah” oleh panca indra kita, benda bulat, tetapi mata menyebutnya lingkaran. seperti itu bukan?
Mari kita lanjutkan,,
jika pernyataan diatas dianggap benar, maka tak ada bedanya dengan analogi “penipuan” panca indra kita.
Mengapa bola terlihat lingkaran?
Mengapa ujung rel nampak bersatu?
dalam konteks ini, pembahasan tidak pada ilusi, fatamorgana, dan fenomena-fenomena lainnya, walaupun hal tersebut tidak bisa lepas dari analogi diatas.
Bola terlihat lingkaran, rel bersatu, hanya karena kita melihatnya dari satu tempat, dan satu sudut. pada saat kita mau mencoba menggeser tempat duduk, berpindah posisi lain, dengan angel yang sedikit berbeda (apalagi melihat dalam setiap sudut dan tempat, mendekati sempurna tentu saja’,,) hasil yang berbeda akan kita dapat. Sederhana bukan? Lalu apa pentingnya pemaparan sederhana seperti itu?
Kembali beranalogi,,
Pemaparan diatas, dengan semua analoginya, dimaksudkan menjadi analogi yang semoga saja tepat tetnang bagaimana cara kita melihat dunia dan pernik2nya. Bayangpun sepicik apa kita, dunia yang begini luas, kehidupan dan permasalahannya yang kompleks hanya kita lihat dari satu tempat dan sudut? Lucu sekaligus menyedihkan.
Mari kita mulai putar kunci, injak kopling, masukkan persneleng, dan injak gas. Slow but sure tak apalah, setidaknya kita tidak stagnan. Semua terasa begitu sempit ketika kita melihat dari sisi yang sempit, mari berlari ke tanah lapang, mari, mari,,
DUNIA ITU LUAS..
http://zainimiftah2011.wordpress.com
salam ciwiable . . ^_^
Minggu, 03 Juli 2011
lirik (cerita alam - Launun)
SONG :"CERITA ALAM"
VOC : LAUNUN
Bila kutatap mentari
yang jauh di langit biru
setia menerangi
memberi asa . . insan di dunia
lambaian nyiur dipantai
tertiup angin berlalu
seakan memanggilku
penuh irama oh penuh makna
rangkai ombak di pesisir
menyapa ujung kakiku
derukan sesak didada
yang kini luas dan membengkak
reff:
semua yang kulakukan
semua yang kuperbuat
tak mampu tuk mengganti
kasih sayang ilahi . .
(reff 2X)
kicauan burung terbang tinggi
terbang berdendang menari . .
terbangkan sayap penuh harapan
dihidup diatas awan.
lirics by wilga habibburahman
VOC : LAUNUN
Bila kutatap mentari
yang jauh di langit biru
setia menerangi
memberi asa . . insan di dunia
lambaian nyiur dipantai
tertiup angin berlalu
seakan memanggilku
penuh irama oh penuh makna
rangkai ombak di pesisir
menyapa ujung kakiku
derukan sesak didada
yang kini luas dan membengkak
reff:
semua yang kulakukan
semua yang kuperbuat
tak mampu tuk mengganti
kasih sayang ilahi . .
(reff 2X)
kicauan burung terbang tinggi
terbang berdendang menari . .
terbangkan sayap penuh harapan
dihidup diatas awan.
lirics by wilga habibburahman
Langganan:
Komentar (Atom)
