ini sebenarnya sebuah kisah yang diceritakan oleh sohib ane, dy org mandailing asal pasaman timur . .
ceritanya bagus banget. . so langsung aja ni simak baik-baik. .:
hai cok( panggilan khas pemuda batak), sudah lama tak kulihat wajahmu....sudah jarang paulang kau ya??? tanya seorang kernet mobil angkutan umum padaku, karena ia orang kampungku sendiri. " iya bg, sekarang pulang pas libur panjang aja bg" jawabku
ia balik bertanya" berarti sedang libur panjang kau ini,"
"sebenarnya iya bg, libur semester, tapi mungkin dikampung hanya beberapa hari, karna ada kerjaan yg harus diselesaikan di kampus", dan ia tersenyum melihatku. lalu ia bertanya lagi
" sudah semester berapa kau?"
" masuk semester 4 bg"
" hah, cepat kali waktu ini ternyata, sudah besar kau rupanya"
" begitulah bg"
" apa jurusanmu?"
"alhamdulillah, ada sedikit rezki bg, di kedokteran"
" ha, kedokteran, mantab la itu"
" sudah berapa orang pacar kau?, biasanya orang-orang kuliah di kesehatan tu banyak yg wanita kan?, lengkap sudah nikmat duniamu."
Astagfirullah gumamku, apakah syaitan mulai memancingku?
ku diam sebentar, dan ku jawab " bg, aku g' mau pacaran bg, aku mau langsung nikah kalau waktunya sudah tepat.
“ hebat betul kau bisa tahan tak pacaran”
Beberapa saat kemudian mobil berhenti, terlihat seorang wanita naik ke atas mobil, lalu bg kernet langsung mengarahkan wanita itu untuk duduk disampingku karena kebetulan hanya bangku disampingku yang kosong. Dia menatapku sambil menaikan kedua alisnya, lalu berbisik “ hei cok, kusengajakan untuk mu, pandai-pandai kau mengolahnya”
Aku terkejut, kupejamkan mata kurasakan detak jantungku mulai bertambah kencang, dan wanita itu duduk disampingku, ia memakai baju kaos putih yang ketat, serta rambutnya sengaja di uraikan, biar Nampak seperti iklan shampoo yg di televisi. Aroma parfumnya mulai terasa, sepertinya syaitan sengaja mengipas-ngipas aroma itu agar sampai di hidungku. Aku rasanya tak karuan, apalagi ia sengaja melihat ke arahku sambil pura-pura batuk.
Akupun pura-pura melihat ke arah luar jendela, sambil bicara dalam hatiku ” Ya, Allah, jangan sampai aku seperti orang yang tidak pernah Engkau beri hidayah”.
Ternyata tingkahku diperhatikan oleh si abang kernet, dia memanggilku, dan disaat aku menoleh ia tertawa terbahak-bahak, hingga bisa kulihat dua buah giginya yg tlah syahid di jalan raya gara-gara ia menabrak tonggak listrik saat pulang malam sambil mabuk.
Rasanya para Syaitan dan jajaran mulai berdansa di atas pundak., memperbesar telingaku agar aku mendengar apapun yang dibicarakan wanita itu. Terus ku berdoa sambil mencari cara, bagaimana agar aku bisa pergi dari sini.
Tiba-tiba teringat olehku minuman di dalam tas yang ku letakkan di bangku paling belakang, berjarak satu bangku dariku, akupun berdiri dan melangkah selangkah tuk mengambilnya, dan sengaja kulama-lamakan berdiri. Hingga akhirnya mobil berhenti kembali tuk menaikkan penompang.
Alhamdulillah, Allah tau harapanku, lalu penompang yg baru naik itu sengaja kusuruh duduk menggantikanku dan akupun berdiri ddidekat pintu bersama bg kernet.
“ kenapa kau berdiri?” katanya
“ capek bg, dah 3 jam duduk terus” alasanku
dia senyum kembali, lalu bertanya lagi “ kenapa kau tak mau pacaran?”
“ aku masih ingin fokus kuliah bg”, di dalam hatiku menyuruh berkata “ karena dilarang Allah” tapi aku takut jika kujelaskan panjang lebar disaat waktu yg tidak tepat.
Ia diam, menatap mataku dalam…..
Kemudian ia melihat keluar pintu, dan sesekali melihat langit dan setelah beberapa saat, ia berkata
“ hai dik, orang-orang seperti dirimulah yang maisih bisa diharapkan, buatlah cita-citamu setinggi mungkin dan gapailah. Jangan seperti ku, (diam sejenak sambil ia menunduk), kalau aku tak bisa lagi berharap tinggi-tinggi, karena orang sepertiku hanya menunggu kematian, tanpa arah cita-cita yg jelas”
Aku diam, sambil menelan air liur, apakah malaikat sedang merasukinya????,
Dia lanjutkan bicara “ dik, ku beri tahu padamu, kau ini calon dokter, berhati-hatilah. Dan saranku, jika mencari pasangan, carilah yang segelar denganmu, dan hati-hatilah dengan kecantikan, karena banyak kulihat mahasiswa yang bangkrut gara-gara terpesona kecantikan. Dan jangan lupa, akan banyak para orang-orang kesehatan, baik itu bidan atau perawat yang cantik-cantik nanti di rumah sakit, jangan kau tergoda kalau kau mau bahagia”
Aku hanya mengangguk…
Kalau kau mau menyelesaikan kuliahmu, selesaikanlah dengan baik, tapi jangan sampai kau seperti orang-orang sukses yang dikampung kita ya, banyak mereka yg lupa pada kampungnya, padahal mereka dibutuhkan untuk membangun kampung itu sendiri. Jngan lupa juga, bila kau jadi dokter, jangan pernah makan yang bukan hakmu ya, karena banyak terdengar olehku, orang yg bisa dirawat dirumah, disuruh dirawat di rumah sakit, banyak yang korupsi waktu, dg datang lambat tapi pulang cepat, banyak dokter puskesmas kulihat seperti itu. Tadi sengaja kupancing kau dengan wanita, kukira kau akan terpeleset. Sambil ia tersenyum…
Hampir setiap minggu dik, selalu ada orang tua yang ,menitipkan barang lewat mobil ini tuk diberikan ke anak mereka yang sedang kuliah dikota, selalu kuperhatikan senyum tulus mereka dengan bangga mengatakan “ tolong berikan ini pada anakku yg sedang kuliah di sana”. Kau tahu itu dik??, sebuah kata yg menyemangati mereka tuk terus bekerja disawah mulai pagi sampai nsore, mencangkul, menanam sampai akhirnya mereka panen dan menjual hasil panen, uangnya tak mereka pakai, tapi mereka masukkan ke amplop, untuk mereka berikan ke anak mereka, tuk biaya anak mereka, kau tau kata apa itu??? “KULIAH”, ya kata-kata itulah dik yang merelakan mereka kehutan mencari kayu bakar tuk dijual, karena mereka sadar, diwaktu muda dulu mereka tak pernah berpikir kuliah, jangankan berpikir, mendengar kata kuliah saja mungkin sekali setahun mereka dengar, itupun diwaktu lebaran, karena biasanya orang-orang yang kuliah dulu hanya pulang sekali setahun untuk menghemat ongkos
Bahkan, ingatkah kau ketika gempa dulu??? Tak tidur para orang tua memikirkan keadaanb anaknya, walaupun ia tau anaknya selamat, tapi ia masih memikirkan apa yg akan dimakan anakku disana, sementara cari makan di sana susah, dikampung ini, pasar-pasar jadi sepi gara-gara mereka tau mau belanja, mereka menghemat kebutuhan mereka untuk memikirkan kebutuhan anaknya, mereka sadar, pasti disana semuanya semakin mahal.
seperti itulah orang tua dik, mulai kecil kita, mereka tak pernah mengeluh saat kita memberatkan mereka, ingatkah kau waktu TK dulu sering nyanyi, satu-satu aku sayang ibu, dua-dua aku sayang ayah, tapi apakah sekarang sempai terulang nayian seperti ini??? ketika kau tak lagi memiliki mereka, kau baru sadar bahwa kau menyia-nyiakan semua ini.
Aku menunduk, kusaring kata-katanya dan kuresapi, setidaknya ia berkata benar untuk saat ini pikirku, karena yang ku tau, tidak ada malam minggu yang terlupa olehnya kacuali ia minum-minuman keras. Tapi hari ini, kurasakn ketulusannya berbicara “ beginilah saat seorang preman berbicara dengan hati.
Rasanya semakin rindu aku pada Ayah dan Ibu dirumah….., kata-katanya membungkamku seribu bahasa.
( di celah sepi, saat perjalanan pulang kampung)salam ciwiable . . ^_^

merinding saya bacanya bang subhanallah..
BalasHapusmau nangis jdnya wil...
BalasHapushehehe . .
BalasHapusongko itu hanya sebuah renungan , . .yang penting bisa kita ambil hikmah dari semua itu . .
riva > klo gtu follow donk . .